Sunday, February 7, 2010 0 comments


Awas.....Dunia dalam CENGKAMAN ekonomi YAHUDI!!!

Sejarah kewujudan kaum Yahudi adalah episode sejarah bangsa yang memang dikenal oleh sejumlah lapisan masyarakat dunia sebagai ras yang andal dan cerdik. Tidak menghairankan bila nama- nama besar datang dari kalangan mereka. Yahudi sebagai gerakan politik adalah fenomena baru yang lahir pada tahun 1882. Secara politis, tahun 1882 menjadi titik-tolak keinginan tokoh-tokoh Yahudi untuk mewujudkan negara zionis Israel, salah satunya dengan cara menguasai peta politik ekonomi global.
Nando Baskoro melalui buku yang berjudul “Mafia”ekonomi Yahudiini berusaha menyingkap bagaimana imprealisme ekonomi Yahudi bertindak menguasai dunia. Mereka begitu mendominasi sejumlah bidang penting di dunia,terlebih dari sisi ekonomi.

Nama-nama seperti George Soros,Paul Wolfowitz, George W Bush, atau William Fox, Harry Warner, serta Rupert Murdoch adalah bukti nyata betapa besar pengaruh yang diberikan oleh pendokong Yahudi terhadap setiap kebijaksanaan mereka dalam kancah penguasaan ekonomi global yang berlaku sekarang. Setelah berlakunya perang Dunia II, muncul jaringan luas dari organisasi-organisasi Yahudi di Amerika Syarikat (AS). Mereka berjaya menguasai segenap lembaga dan struktur politik, ekonomi dan sosial di Negara ekonomi dunia tersebut. Kini, jumlah orang Yahudi di AS telah melebihi daripada enam juta populasi atau 3 % dari jumlah total populasi penduduk AS. Dibanding dengan imigran dari bangsa lain yang tiba di AS, kaum Yahudi lebihberjaya terdaptasi di dalam masyarakat Amerika. Tidak menghairankan jika kebanyakan kaum Yahudi memegang banyak saham-saham penting di AS. Lembaga-lembaga lobi Zionis juga terbukti menjadi alat penekan yang sangat aktif terhadap pemerintah AS (hal. 27).
Kalangam jaringan perniagaan yahudi juga begitu mudahnya menancapkan hegemoninya atas beberapa nama perusahaan besar dunia. Sebut sahaja produk seperti General Electric, Caltex, Exxon, The New York Times, CNN, StarTV, Warner & Bross Company, atau Coca Cola Company yang sememangnya telah membantu masyarakat yahudi itu untuk memaksimumkan penguasaan ekonomi mereka dan juga menjadi pemangkin kepada yahudi untuk menakluki Negara umat islam khususnya di Palestin. Dalam pandangan penganut teori konspirasi, dinasti perbankan internasional Rothschild dan Rockefeller adalah anggota-anggota Freemason (sebahagian daripada organisasi rahsia Yahudi di dunia). Hal ini juga tidak terlepas dari kewujudan Komite Urusan Publik Israel-Amerika (America Israel Public Affairs Committeeatau AIPAC) yang selama bertahun-tahun menjadi pusat tindakan politik paling berjaya di Washington.

Lebih tersirat lagi, dalam konstelasi ekonomi global, jaringan zionisme Yahudi mampu menguasai IMF, WTO,World Bank, dan lain-lain, dengan bantuan daripada sekutu akrabnya iaitu Amerika. IMF, misalnya, berjaya mengawal ekonomi dan politik negara-negara yang dikategorikan sebagai Negara membangun termasuk Negara kita Malaysia . Begitu kuatnya pengaruh yang kaum Zionisme terhadap ekonomi Negara-Negara Ketiga tersebut, hingga mereka seperti lembu yang di cucuk hidungnya dengan begitu mudah ditipu dan terperdaya dengan setiap apa yang dijanjikan dalam perjanjian dengan kuasa utama dunia seperti Yahudi dan Amerika.IMF dan Bank Dunia juga dijadikan Zionisme sebagai pusat mewujudkan kepentingan politik dan penjajahan ekonomi mereka. Kebanyakan pinjaman daripada lembaga-lembaga ini disalurkan kepada negara-negara miskin di Afrika, Amerika Latin dan Asia dan akhirnya negara-negara tersebut tertnggung dengan hutang yang besar yang setiap tahun akan bertambah kerana system konvensional yang mengawal ekonomi di negara-negara tersebut. Dengan memperdayakan sebahagian besar negara-negara berkembang melalui bantuan kewangan atau pinjaman tersebut, yang sebenarnya adalah jarum penyuntik dalam penindasan perekonomian mereka. walhal, itulah jarum penyuntik untuk mencapai kepentingan mereka. Dengan meningkatnya ketergantungan perekonomian negara-negara miskin terhadap kepentingan para pemodal negara-negara kaya yang di tunggangi oleh kalangan elit perniagaan Yahudi tersebut, fungsi pemerintah dalam perekonomian negara-negara miskin cenderung berubah mengikuti arah pemikiran golongan zionisme itu sendiri. Dari melayani dan melindungi kepentingan rakyat, pemerintah negara-negara miskindan membangun baik secara langsung ataupun tidak langsung — di paksa menjadi pelayan dan pelindung kepentingan para pemodal negara-negara kaya.

Begitu bahayanya praktik bisnes kotor ini, wajarlah kini Petras dan Veltmeyer menyebut politik ekonomi ala Elit Yahudi ini sebagai imperialisme gaya mutakhir, karena di balik penyebarluasan globalisme, kapitalisme dan neoliberalisme inilah satu kejayaan sebuah kepentingan kelas atas tertentu, iaitu kelas kapitalis internasional baru yang sedang berusaha melebarkan pengaruh dan dominasi ekonomi mereka ke seluruh penjuru dunia. Lebih parah lagi, Mereka seolah merasa memiliki legitimasi untuk memerintah dan mengeksploitasi sumber-sumber alam di dunia.
Pada tingkat yang lebih ekstrem, kebijakan-kebijakan ekonomi yang dipaksakan pada akhirnya tentu saja akan bermuara pada terjadinya pelebaran kesenjangan sosial dan ekonomi, serta meningkatnya dominasi para pemodal negara-negara kaya terhadap pemilikan kantung-kantung produksi di setiap negara miskin. Demikian, bila secara meluas konspirasi ekonomi Yahudi ini menyebabkan semakin meningkatnya ketergantungan negara-negara miskin dan membangun, maka secara domestik boleh disahkan, ia menjadi pemicu porak-porandanya fondasi integrasi sosial yang terdapat dalam masyarakat suatu negara. Oleh itu, kita sebagai bangsa yang secara zahirnya tampak hidup senang lenang tetapi pada batinnya ditindas dengan begitu dahsyat perlu bangkit daripada kekeliruan yang dibuat di atas kita. Banyak lagi agenda-agenda Yahudi dalam memusnahkan peradaban umat islam itu sendiri.
Bersambung...............

No Response to " "

Post a Comment